DKP Bengkulu Tegaskan Batas Konservasi Laut, Nelayan Tetap Bisa Melaut Tanpa Khawatir
NELAYAN: Kelompok Nelayan yang berada di Kelurahan Pondok Besi Kota Bengkulu. OKI IBRIANSYAH/RB--
KORANRB.ID – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Bengkulu memastikan kepentingan ekonomi nelayan dan kelestarian ekosistem laut dapat berjalan beriringan.
Salah satunya melalui penetapan batas jelas antara kawasan konservasi dan daerah penangkapan ikan.
Kepala DKP Bengkulu, Syafriandi, SE, ST, M.Si, menjelaskan kebijakan ini dilakukan untuk memastikan aktivitas penangkapan ikan oleh nelayan tidak berbenturan dengan kepentingan konservasi.
Dengan demikian, nelayan tetap bisa melaut tanpa khawatir merusak ekosistem yang dilindungi.
BACA JUGA:Dewan Minta APH Tindak Tegas 5 Perusahaan Sawit di Bengkulu
BACA JUGA:BI Bengkulu Perkuat Edukasi Mahasiswa Baru IAIN Curup Lewat Kuliah Iftitah
“Penetapan batas wilayah ini bertujuan agar tidak menimbulkan kerugian, baik bagi nelayan maupun bagi kelestarian laut. Prinsipnya, konservasi dan ekonomi harus berjalan seimbang,” ujarnya.
Menurutnya, aturan yang jelas menjadi kunci menjaga keberlanjutan sektor kelautan.
“Dengan adanya regulasi, pelaksanaan kegiatan penangkapan ikan bisa lebih terarah, sekaligus memberikan kepastian hukum bagi nelayan,” jelas Syafriandi.
Selain itu, kawasan konservasi juga dipandang sebagai investasi jangka panjang bagi sektor perikanan Bengkulu.
BACA JUGA:Tersangka Peragakan 36 Adegan Kasus Bunuh Istri
BACA JUGA:Dinilai Bisa Melemahkan Nalar Siswa, Guru Besar Unib Ingatkan Bahaya Ketergantungan AI
Laut yang terjaga akan mendukung stok ikan berkelanjutan, sehingga nelayan tidak kehilangan sumber mata pencaharian.
“Dengan adanya aturan ini, kebutuhan konservasi dan kepentingan ekonomi nelayan bisa berjalan berdampingan.