Terkena Gas Air Mata Saat Demo, Lakukan Langkah Simpel Ini
DEMO: Mahasiswa melakukan demo di Kota Bengkulu, segera lakukan langkah simpel ini saat terkena gas air mata--KORANRB.id
KORANRB.ID - Gas air mata jadi barang lazim ditemukan saat terjadinya aksi demonstrasi di jalanan. Seperti yang terjadi pada hampir seluruh kota di penjuru negeri, sejak sepekan terakhir.
Nah, saat di lapangan masih banyak yang salah mengambil langkah antisipasi saat terkena gas air mata yang ditembakkan aparat. Untuk mengatasinya, ketahui terlebih dahulu gas air mata merupakan senyawa kimia yang berbentuk padat pada suhu kamar.
Biasanya digiling menjadi debu halus kemudian digunakan dalam kombinasi dengan aerosol untuk membuat granat.
Ketika diledakkan, granat ini menciptakan awan kimia yang kemudian mempengaruhi area yang dilepaskan. Ketika diledakkan, awan tersebut mempengaruhi mata, hidung, dan sistem pernapasan seseorang. Setelah mengudara, ia akan mengudara dan merembes ke semua bahan di dekatnya.
Mulai dari sofa, karpet, drywall, ventilasi, filter udara, lantai, pakaian tidak ada yang aman dari efek residu gas air mata.
BACA JUGA:Manfaat Serai Untuk Kesehatan Wanita, Beserta Cara Penggunaannya
Gas air mata memiliki efek samping yang fatal bagi tubuh saat terkena. Efeknya, yidak hanya berefek pada mata saja, tetapi juga dapat menyebabkan efek iritasi kulit, dan dapat menyebabkan gangguan pada saluran napas sehingga sulit bernapas.
Pada mata, setelah terpapar gas air mata dapat menyebabkan luka pada mata, penutupan kelopak mata yang tidak disengaja, gatal, mata terasa terbakar,
kebutaan sementara, pandangan menjadi kabur. Terparah, paparan gas air mata bisa membuat kebutaan, pendarahan, kerusakan saraf, katarak hingga menyebabkan erosi kornea.
Pada pernapasan, gas air mat dapat menyebabkan iritasi pada hidung, tenggorokan, dan paru-paru. Orang dengan kondisi pernapasan yang sudah ada sebelumnya memiliki risiko lebih tinggi mengalami gejala parah seperti gagal napas.
BACA JUGA:Unik! Metode Kuno Rusia Awetkan Susu dengan Memasukan Katak, Agar Tahan Lama
Gejala pernapasan meliputi, tersedak, terbakar dan gatal pada hidung dan tenggorokan anda, Kesulitan bernapas, batuk, mengeluarkan air liur, sesak dada, mual, muntah, diare dan gagal napas. Dalam kasus yang parah dapat menyebabkan kematian.
Ketika gas air mata bersentuhan dengan kulit yang terbuka, dapat menyebabkan iritasi dan rasa sakit. Iritasi dapat berlangsung selama berhari-hari dalam kasus yang parah. Gejala lain saat menyerang kulit adalah, gatal, kemerahan, melepuh ataupun membuat alergi luka bakar.
Paparan gas air mata dapat menyebabkan peningkatan denyut jantung atau tekanan darah. Pada orang dengan kondisi jantung yang sudah ada sebelumnya, ini dapat menyebabkan serangan jantung atau kematian.