ABS, Fitur Tak Terlihat yang Jadi Penyelamat di Jalan
Foto: Screenshot YT: lesics Indonesian --
KORANRB.ID - Dalam sejarah panjang dunia otomotif, banyak penemuan yang sering disebut revolusioner, seperti mesin turbo, mobil listrik, atau teknologi hybrid.
Namun ada satu inovasi yang justru lebih banyak menyelamatkan nyawa ketimbang menambah kecepatan, yakni Anti-lock Braking System (ABS).
Meski sering luput dari sorotan, sistem ini menjadi salah satu titik balik penting dalam upaya meningkatkan keselamatan berkendara.
Menariknya konsep ABS tidak lahir di dunia otomotif, melainkan dari industri penerbangan. Pada tahun 1950-an, insinyur pesawat merancang sistem yang mampu mencegah roda terkunci ketika pesawat mendarat.
Tanpa teknologi itu, roda bisa tergelincir dan membahayakan penumpang. Ide inilah yang kemudian dilirik produsen mobil, hingga pada tahun 1978, Mercedes-Benz bersama Bosch memperkenalkan ABS pertama yang dipasang di kendaraan penumpang. Sejak saat itu, teknologi ini berkembang pesat dan perlahan menjadi standar di hampir semua kendaraan modern.
BACA JUGA:Honda Stylo, Skutik Retro Honda dengan Kejutan di Balik Desain
Cara kerja ABS sebenarnya sederhana tetapi jenius. Ketika pengemudi menginjak rem dengan kuat, sensor di setiap roda akan mendeteksi perputarannya. Jika ada roda yang berhenti berputar terlalu cepat, sistem segera menyesuaikan tekanan rem agar roda tidak benar-benar terkunci.
Dengan begitu, mobil tetap bisa dikendalikan meski dalam kondisi pengereman mendadak. Tanpa ABS, roda yang terkunci justru membuat mobil meluncur tak terkendali dan meningkatkan risiko kecelakaan.
Dampaknya pun luar biasa. Sejumlah penelitian membuktikan bahwa ABS mampu mengurangi risiko kecelakaan fatal, terutama di jalan basah atau licin. Tidak hanya itu, teknologi keselamatan modern seperti Electronic Stability Control (ESC) dan Traction Control System (TCS) lahir berkat fondasi ABS. Bisa dibilang, ABS adalah “ibu” dari berbagai sistem keselamatan pintar yang kini melengkapi mobil generasi terbaru.
Awalnya ABS memang hanya bisa dinikmati oleh pemilik mobil mewah karena harganya sangat mahal. Namun seiring perkembangan teknologi, biaya produksinya menurun, hingga kini fitur ini hadir di berbagai segmen kendaraan, bahkan motor. Beberapa negara bahkan sudah menetapkan ABS sebagai standar wajib demi keselamatan pengendara di jalan raya.
BACA JUGA:Perkara Kredit Rp 48 Miliar, Dua Mantan Bos Bank Swasta Ditahan Kejati Bengkulu
Meski tidak sepopuler inovasi-inovasi lain, ABS sesungguhnya adalah penemuan yang setiap hari bekerja diam-diam menyelamatkan jutaan nyawa. Setiap kali seorang pengemudi bisa menghindari tabrakan karena mobilnya tetap terkendali saat pengereman darurat, di situlah peran ABS terasa nyata.
Penemuan ini membuktikan bahwa kemajuan otomotif bukan hanya soal menambah kecepatan, melainkan juga soal bagaimana teknologi bisa menjaga keselamatan manusia.