Pemkab Mukomuko Usulkan Optimasi Lahan Pertanian Ratusan Hektare
SEMPROT: Bantuan sumur bor dan instalasi untuk lahan sawah tadah hujan mulai dimanfaatkan. FIRMANSYAH/RB--
KORANRB.ID - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mukomuko mengusulkan program optimasi lahan pertanian ratusan hektare sebagai fondasi penguatan ketahanan pangan daerah dan kontribusi nyata swasembada pangan nasional pada 2026.
Pemkab Mukomuko melalui Dinas Pertanian mematangkan usulan optimasi lahan pertanian untuk tahun anggaran 2026.
Program ini diarahkan mengaktifkan kembali lahan kurang produktif dan memperluas areal tanam strategis.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko, Hari Mustaman, SP, mengatakan usulan disusun bertahap sesuai kondisi lapangan. Identifikasi awal dilakukan pada lahan tidur dan lahan berproduktivitas rendah.
BACA JUGA:Kasus Tipikor Perdin DPRD Mukomuko Mandek, Publik Desak Kepastian Hukum
BACA JUGA:SMESCO Indonesia Perkuat Akses Pasar dan Daya Saing UMKM Nasional
“Untuk tahun 2026, kami kembali mengusulkan program optimasi lahan dengan luasan ratusan hektare. Namun tentu realisasinya akan menyesuaikan dengan kuota optimasi lahan yang ditetapkan oleh pemerintah pusat,” ujar Hari.
Ia menjelaskan, optimasi lahan tidak sekadar membuka lahan baru, melainkan menata lahan eksisting agar lebih produktif.
Intervensi meliputi perbaikan tata air dan jaringan irigasi, pengolahan lahan, serta dukungan sarana produksi petani.
“Tujuan utama optimasi lahan bukan hanya mengaktifkan kembali lahan yang selama ini kurang berfungsi, tetapi juga memperluas lahan pertanian yang benar-benar produktif. Ini adalah bentuk kontribusi konkret daerah dalam mendukung swasembada pangan,” katanya.
BACA JUGA:Ini 27 Pemenang Lomba Siskamling 2025, Pemkot Bengkulu Dorong Inovasi Siskamling
BACA JUGA:Pemerintah Dorong Work From Mall Jaga Konsumsi dan Pertumbuhan Ekonomi
Menurut Hari, potensi pertanian Mukomuko masih besar dan belum dimanfaatkan optimal. Dengan program tepat sasaran, produktivitas lahan diyakini meningkat signifikan dan berdampak langsung pada produksi pangan daerah.
“Kalau lahan bisa dioptimalkan dan ditanami secara maksimal, maka hasil panen akan meningkat. Dampaknya bukan hanya pada ketersediaan pangan, tetapi juga pada kesejahteraan petani,” ungkapnya.