Baca Koran Harian Rakyat Bengkulu - Pilihan Utama

Polresta Bengkulu Perketat Patroli Malam, Tekan Kriminalitas 2026

BARIS : Personel Polresta Bengkulu sedang melakukan razia malam untuk menekan angkat kriminalitas di Kota Bengkulu beberapa waktu yang lalu. WEST JER TOURINDO/RB--

KORANRB.ID - Lonjakan kasus penganiayaan sepanjang 2025 mendorong Polresta Bengkulu menjadikan pengetatan patroli malam sebagai prioritas pengamanan kota pada 2026, dengan sasaran utama aktivitas nongkrong hingga dini hari yang kerap berujung kekerasan.

Polresta Bengkulu menilai pola kriminalitas sepanjang 2025 memberi peringatan serius bagi keamanan kota. Kasus penganiayaan dan pengeroyokan tercatat mendominasi laporan masyarakat, bahkan mengalahkan pencurian dengan kekerasan.

Kapolresta Bengkulu, Kombespol Sudarno S.Sos, M.H, menyatakan kondisi tersebut menjadi dasar evaluasi pengamanan untuk 2026.

Kepolisian menilai pendekatan rutin belum cukup tanpa peningkatan intensitas operasi lapangan.

BACA JUGA:Kasus Korupsi Tambang Bengkulu Masuk Tahap Sidang Awal 2026

BACA JUGA:868 Hektare Cetak Sawah Baru Digarap, Bengkulu Utara Perkuat Lumbung Pangan

“Pada 2026 kita akan gencarkan lagi operasi malam hari hingga imbauan sehingga harapanya bisa menekan angka kriminalistas yang terjadi di Kota Bengkulu,” ungkap Sudarno.

Sepanjang 2025, Polresta Bengkulu menerima 329 laporan penganiayaan dan pengeroyokan. Hampir seluruh kasus berhasil diungkap, namun tingginya frekuensi laporan menjadi perhatian serius jajaran kepolisian.

"Kasus penganiayaan dan pengeroyokan hampir setiap hari ada laporannya. Tidak heran menjadi kasus tertinggi setelah curas," jelas Kapolresta.

Polresta mengidentifikasi kebiasaan nongkrong hingga larut malam sebagai pemicu utama. Aktivitas tersebut kerap disertai konsumsi minuman keras dan berujung perselisihan antarindividu.

BACA JUGA:Kemendagri Buka Peluang Pilkades 2026, Bengkulu Utara Mulai Bersiap

BACA JUGA:Terima 14 Kali Gaji, Dana Rp36 Miliar Dikucurkan Untuk 2.297 PPPK Paruh Waktu Bengkulu Utara

"Kebanyakan itu dari nongkrong hingga larut malam, konsumsi miras kemudian berselisih paham dan terjadi penganiayaan," terang Kapolresta.

Meski patroli malam dan imbauan rutin telah dilakukan hampir setiap hari, kepolisian mengakui langkah tersebut belum mampu sepenuhnya menekan kejadian kriminal.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan