Bukit Merese, Objek Wisata Viral yang Memikat Wisatawan Lokal dan Mancanegara
Bukit Merese, Objek Wisata Viral yang Memikat Wisatawan Lokal dan Mancanegara--
KORANRB.ID — Bukit Merese kembali menjadi perbincangan hangat di media sosial. Objek wisata alam yang terletak di kawasan Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat ini viral berkat panorama perbukitan hijau yang berpadu dengan birunya laut selatan serta pemandangan matahari terbit dan terbenam yang memukau.
Dalam beberapa pekan terakhir, unggahan foto dan video Bukit Merese ramai menghiasi berbagai platform digital, menarik minat wisatawan dari berbagai daerah. Bukit Merese berada tak jauh dari Pantai Tanjung Aan dan Sirkuit Internasional Mandalika.
Akses menuju lokasi terbilang mudah, baik menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat. Pengunjung hanya perlu berjalan kaki sekitar 10–15 menit untuk mencapai puncak bukit.
BACA JUGA:Guru Bantu Daerah Dirumahkan, Ketua DPRD Bengkulu Tengah Minta Bupati Cari Solusi
BACA JUGA:Kisaran Harga Daihatsu Terios Bekas 2026! Berikut 3 Hal Penting Sebelum Membeli Mobil Terios Second
Meski jalurnya menanjak, keindahan yang menanti di atas membuat rasa lelah terbayar LUNAS. Daya tarik utama Bukit Merese terletak pada lanskap alamnya yang unik.
Hamparan bukit savana yang hijau saat musim hujan dan kecokelatan saat musim kemarau menciptakan nuansa berbeda sepanjang tahun.
Dari puncak bukit, pengunjung dapat menyaksikan bentangan Samudra Hindia yang luas, garis pantai berlekuk, serta ombak besar yang menjadi ciri khas pantai selatan Lombok.
Popularitas Bukit Merese melonjak seiring banyaknya konten kreator yang membagikan pengalaman mereka di lokasi ini. Foto siluet saat matahari terbenam, video drone yang menampilkan kontur bukit, hingga momen santai menikmati angin laut menjadi konten favorit warganet.
Tak sedikit pula wisatawan yang datang khusus untuk berburu foto estetik sebagai kenang-kenangan. Viralnya Bukit Merese turut membawa dampak positif bagi perekonomian masyarakat sekitar.
Warga lokal memanfaatkan momentum ini dengan membuka usaha kecil seperti penyewaan motor, warung makanan dan minuman, hingga jasa pemandu wisata.
BACA JUGA:Pemkab Benteng Akan Terapkan 3 Hari Ngantor Dalam Seminggu
BACA JUGA:Labkesmas Bengkulu Tengah Siap Fisik, Operasional Terganjal Alkes
Selain itu, pengelola kawasan juga mulai membenahi fasilitas umum, seperti area parkir, toilet, dan jalur pejalan kaki demi kenyamanan pengunjung. Meski demikian, meningkatnya jumlah wisatawan juga menjadi tantangan tersendiri.