Usulkan Pembangunan 2.500 Unit Rumah Dalam Program 3 Juta Rumah
KOMPAK: Bupati dan Wakil Bupati Rejang Lebong bersama kepala OD usai rapat pembahasan program 3 juta rumah.-foto: abdi/koranrb.id-
CURUP – Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung Program Nasional Tiga Juta Rumah yang dicanangkan oleh pemerintah pusat.
Program ambisius ini bertujuan untuk mempercepat penyediaan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan kelompok rentan di seluruh Indonesia.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Pemkab Rejang Lebong telah mengambil langkah proaktif dengan mengusulkan pembangunan lebih dari 2.500 unit rumah. Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat khususnya warga yang saat ini tinggal di rumah tidak layak huni.
Plt Kepala Dinas PUPR Rejang Lebong, Hary Eko Purnomo mengatakan pihaknya telah mengikuti sosialisasi program tersebut yang diselenggarakan oleh pemerintah pusat. Saat ini, Dinas PUPR tengah menyusun berbagai persyaratan teknis sebagai bagian dari proses pengajuan kuota pembangunan ke pemerintah pusat.
“Kami sudah mengikuti sosialisasinya dan saat ini sedang menyusun persyaratan teknisnya. Jumlah pastinya masih menunggu hasil kajian teknis, namun target kita adalah mengusulkan lebih dari 2.500 unit rumah,” kata Eko.
BACA JUGA:50 Persen Lebih APBD Terserap Untuk Gaji ASN
BACA JUGA:Rejang Lebong Ditetapkan Lokasi Pembangunan Sekolah Garuda dari Kemendiktisaintek
Ia menambahkan usulan ini merupakan bagian dari instruksi langsung Bupati Rejang Lebong yang meminta agar program nasional ini dapat dioptimalkan dan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Rejang Lebong.
Harapannya, pemerintah pusat dapat menyetujui seluruh usulan yang diajukan sehingga pelaksanaan program dapat berjalan maksimal di daerah ini.
“Bupati menginstruksikan agar kami memaksimalkan peluang ini supaya program benar-benar bisa terserap untuk masyarakat kita yang membutuhkan,” terangnya.
Saat ini, Dinas PUPR Rejang Lebong juga sedang melakukan kajian teknis yang mendalam. Kajian ini mencakup pendataan lokasi yang potensial, penyesuaian dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), serta koordinasi dengan pihak desa dan kelurahan.
Lokasi prioritas pembangunan rumah akan ditentukan berdasarkan kebutuhan aktual dan kondisi sosial ekonomi masyarakat di masing-masing wilayah.
BACA JUGA:Siap Guncang Pasar Otomotif! Berikut 9 Fakta Hyundai Ioniq 6 N