LHP Kades Sukaraja Dilimpahkan ke Bupati, Siap-Siap Kena Sanksi

Rabu 12 Jun 2024 - 00:10 WIB
Reporter : Rio Agustian
Editor : Patris Muwardi

Salah satunya adalah pengurus Badan Musyawarah Adat (BMA) Bengkulu Selatan.

Bahkan, pihaknya juga sudah meminta penjelasan ke BMA soal pernah dilakukan cuci kampung di Desa Sukaraja. 

Tapi, ternyata cuci kampung itu bukan hanya fokus atas kasus dugaan amoral Kades saja.

"Dari keterangan BMA, memang sudah melakukan cuci kampung, tapi bukan hanya kasus itu aja. Tapi, di desa itu memang sudah sering terjadi kasus serupa, makanya warga melakukan cuci kampung," bebernya.

Sementara itu, sambung Pedi, mengenai keaslian foto mesra Kades yang beredar, pihaknya tidak melakukan penelusuran lebih lanjut. Sebab, untuk membuktikan hal itu perlu keterangan ahli.

Pihaknya fokus melakukan tindak lanjut laporan masyarakat soal keresahan warga di desa itu pasca beredarnya foto mesra Kades bersama seorang wanita yang bukan mahramnya.

"Proses yang kami lakukan hanya terkait keresahan masyarakat atas beredarnya foto Kades Sukaraja bersama seorang wanita," tegas Pedi.

Sekadar mengingatkan, beberapa waktu lalu masyarakat dihebohkan adanya foto mesra Kades Sukaraja bersama wanita idaman lain tersebar di media sosial Tik Tok dan Facebook.

Tampak dalam foto tersebut sang Kades berfoto dengan si perempuan di salah satu pondok. Keduanya berfose mesra dari jarak yang sangat dekat.

BACA JUGA:Anggota DPRD Provinsi dan Ogan Olir Temui Gusnan Mulyadi, Bahas Pilkada?

BACA JUGA:Furnitur Indonesia Jadi Primadona di Kawasan Timur Tengah dan Afrika, Capaian Transaksi USD 6,11 Juta

Sontak saja hal itu langsung membuat resah masyarakat yang ada di desanya. Sehingga, masyarakat melaporkan kejadian tersebut ke Inspektorat Bengkulu Selatan untuk ditindaklanjuti.

Menanggapi hal itu anggota DPRD Kabupaten Bengkulu Selatan, Wadimin mengatakan, kasus amoral yang dilakukan pejabat sering terjadi di Bengkulu Selatan.

Mulai dari pejabat pemerintah daerah, PNS guru, hingga pejabat pemerintah desa.

Terkait kasus kepala desa Sukaraja, Wadimin berharap Bupati memberikan sanksi tegas. Agar kasus serupa tidak terjadi lagi di Bengkulu Selatan.

"Artinya Inspektorat sudah melakukan pemeriksaan dan tentunya tidak asal. Maka Bupati harus tegas terhadap terlapor, sanksi tegas sebagai evaluasi kades kades lainnya," demikian Wadimin.

Kategori :