Titik Awal dari Sungai Musi
Gunung atau Bukit Kelam merupakan titik awal dari Sungai Musi. Sungai purba ini bermula dari pertemuan dua sumber air, yaitu Batang Air Dendan dan Batang Air Kejalo, yang terletak di lembah Tabarenah. Dari Tabarenah ini, Sungai Musi memulai perjalanannya mengelilingi Tanah Rejang, mengalir menuju Empat Lawang, dan menjadi batas antara wilayah Lintang dan Pasemah.
Di Pasemah, Musi Rejang akan bergabung dengan Air Lematang, membentuk satu aliran baru yang kemudian mengalir menuju Palembang, sebelum akhirnya bermuara di laut melalui Selat Bangka.
BACA JUGA:Asal Mula Nama Kepahiang, Kini jadi Kabupaten Hasil Pemekaran di Provinsi Bengkulu
Dalam perjalanannya menuju Palembang, Sungai Musi menjadi muara bagi banyak sungai, termasuk di Kabupaten Rejang Lebong dan Kabupaten Kepahiang. Di wilayah Kepahiang, sungai ini telah dibendung untuk memanfaatkannya sebagai penggerak turbin Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Musi.
Sungai Musi di wilayah Rejang Lebong dan Kepahiang memiliki karakteristik yang berbeda dengan alirannya di wilayah Sumatera Selatan. Di sana, Sungai Musi telah menjadi jalur transportasi air yang dapat dilayari oleh kapal berukuran sedang hingga besar.
Sebaliknya, di wilayah Rejang Lebong dan Kepahiang, aliran Sungai Musi terlalu deras, relatif dangkal, dan penuh dengan riam dan jeram, membuatnya tidak cocok untuk pelayaran.
BACA JUGA:Sejarah Nama Kabupaten Seluma dari Kata Siluman, Ibukota Tais Nama Pemberian Maharaja Sakti
Meskipun demikian, nama Musi mungkin berasal dari wilayah Tanah Rejang. Sayangnya, banyak yang tidak menyadari bahwa Sungai Musi berakar dari Tanah Rejang, dan saat ini nama Musi lebih dikenal terkait dengan Palembang secara umum. Banyak orang juga kurang tahu bahwa sungai ini bermuara di Tanah Rejang.
Kota Yang Dibelah Sungai
Curup merupakan sebuah kota yang terletak di wilayah pegunungan dengan beberapa puncak tertinggi, seperti Gunung Kaba, Gunung Hitam, dan Gunung Kelam. Dari pegunungan ini, banyak mata air bermunculan yang kemudian membentuk sungai-sungai, baik yang besar maupun kecil.
Sungai-sungai ini, dalam perjalanan menuju muara di batang air Sungai Musi, banyak yang melintasi wilayah Kota Curup. Kondisinya membuat Kota Curup tampak seakan terbagi-bagi oleh sungai-sungai tersebut, yang memerlukan adanya jembatan untuk menghubungkan antar daratannya.
BACA JUGA:Pernah 2 Abad Dijajah Belanda, Ternyata Ini Asal Muasal Nama “Curup”, Ibukota Rejang Lebong
Salah satu sungai yang bermuara di Sungai Musi dan berasal dari Gunung Hitam adalah Sungai Akar. Sungai ini melewati Air Meles, membentuk air terjun di Suban, dan kemudian, setelah bergabung dengan anak-anak sungai kecil lainnya, melintasi Kesambe Baru, Jalan Baru, Jalan Lebong, Jalan Pasar De, dan jalan ke Talang Benih (Samping GOR).
Di jurang antara Dwi Tunggal dan Talang Benih, Sungai Akar bertemu dengan Sungai Air Sengak, membentuk batang sungai baru yang dikenal sebagai Sungai Tumburan. Saat ini, di atas Sungai Tumburan telah dibangun jembatan yang menghubungkan Kelurahan Dwi Tunggal dengan ujung Talang Benih.
Sebelumnya, Sungai Air Sengak mengalir melalui wilayah Air Sengak dan Kelurahan Air Rambai, memotong jalan protokol di pertengahan Kelurahan Air Rambai. Sungai Merah memotong jalan protokol di Kelurahan Air Putih, setelah sebelumnya memotong jalan di Talang Rimbo Lama (dekat Rumah Potong Hewan).