Mobil Ditumpangi 2 Pendeta Dilempar Orang Tak Dikenal
PECAH: Mobil Toyota Kijang Super yang dikemudikan oleh Prasetyo warga Desa Rama Agung dilempari oleh orang tak dikenal.-foto: shandy/koranrb.id-
ARGA MAKMUR – Aksi premanisme kembali terjadi di Bengkulu Utara. Kali ini menimpa mobil Toyota Kijang Super yang dikemudikan oleh Prasetyo, warga Desa Rama Agung, Arga Makmur, Bengkulu Utara.
Kejadian ini terjadi di jalan lintas Arga Makmur - Lais tepatnya di Desa Suka Langu, Kecamatan Lais. Kejadian pelemparan ini terjadi pada hari Minggu malam lalu yang dilakukan oleh orang tak dikenal (OTD) yang mengendarai motor.
Dituturkan Prasetyo, malam itu ia mengemudikan mobil tersebut tersebut dengan tujuan hendak ke Kabupaten Mukomuko. Saat itu, selain dirinya yang mengemudi, ia juga membawa dua orang pendeta yang akan berkegiatan di Mukomuko bersama satu orang anak berusia 13 tahun.
BACA JUGA:2 Mantan Kades Tolak Dikukuhkan, Hanya 14 Kades yang Kembali Menjabat
BACA JUGA:21 Pejabat Ikuti Job Fit, Walikota BDW Sampaikan Pesan Khusus untuk Tim Penguji
Namun saat melintas di jalan lintas Lais – Arga Makmur tepatnya di Desa Suka Langu dengan kecepatan rendah, dari arah depan datang motor yang diduga ditumpangi dua pemuda melempar mobil yang dikemudikannya.
“Lemparan pertama tersebut mengenai bagian samping kanan mobil hingga bagian samping kanan mobil penyok akibat pelemparan tersebut,” katanya.
Ternyata tidak hanya sampai di situ, setelah itu datang lagi satu motor yang melaju dengan kecepatan dari arah depan dan kembali melemparkan batu. Bahkan lemparan kedua ini persis di bagian kaca depan hingga pecah.
BACA JUGA:Dana Riset Tak Dikurangi, Wamen Dikti Saintek Tegaskan Komitmen Pembangunan
BACA JUGA:Peringati Hari Mangrove Sedunia, DLHK dan KKI Warsi Gelar Penanaman Bersama
“Batu yang masuk ke dalam kabin mobil mengenai kaki anak hingga terjadi lebam di kakinya,” terang Prasetyo.
Ia sendiri sempat menghentikan laju kendaraan saat pelemparan terjadi lantaran panik dengan aksi pelemparan tersebut. Namun pelaku yang menggunakan motor tersebut tak berhenti dan motornya terdengar melaju dengan kecepatan tinggi.
“Kami akhirnya memutuskan untuk mengurungkan niat berangkat ke Mukomuko karena memang kondisi kaca yang pecah tidak memungkinkan untuk melakukan perjalanan. Kami juga sudah melaporkan kejadian ini ke polisi,” terangnya.