Kekurangan Pupuk Capai 3.308 Ton di Bengkulu Utara, Dinas TPHP Tunggu Keputusan Tambahan Kuota

Senin 01 Apr 2024 - 22:58 WIB
Reporter : Tri Shandy Ramadani
Editor : M. Rizki Amanda Lubis

Masing-masing 1.920 ton pupuk urea dan 3.400 NPK bagi petani di Bengkulu Utara.

“Namun yang dialokasikan oleh Kementerian Pertanian jauh dibawah pengajuan tersebut,” katanya. 

Rincian persetujuan awal Kementerian Pertanian masing-masing 1.014 ton untuk urea dan 998 ton untuk NPK atau masih kekurangan total 3.308 ton lagi pupuk subsidi.

BACA JUGA:Beruang Madu Dekati Pemukiman Warga Arma Jaya Bengkulu Utara

BACA JUGA:Hampir 10 Ribu Hektare Lahan Perkebunan Kelapa Sawit Ikut Program Replanting

Namun dengan adanya penambahan tersebut, petani di Bengkulu Utara bisa bernafas lega dan berharap kuota yang diajukan tersebut bisa terpenuhi. 

“Karena penambahan tersebut sangat besar sesuai dengan alokasi dana dari Kementerian Keuangan, maka harapan kita dengan pembagian dari Gubernur nantinya, semua kuota bisa terpenuhi,” terangnya. 

Dengan adanya penambahan nantinya petani bisa mendapatkan pupuk sesuai dengan jumlah kebutuhannya masing-masing. 

Sehingga kemandirian pangan yang ditargetkan pemerintah daerah hingga pemerintah pusat bisa tercapai. 

“Kita juga meminta petani sesegera mungkin menyiapkan pembukaan lahan atau memasuki musim tanam kembali. Karena sudah ada jaminan ketersediaan pupuk subsidi tersebut,” pungkas Juita. 

Sekadar mengetahui, saat ini di Bengkulu Utara tercatat sebanyak 5.648 petani yang tercatat di kelompok tani dan berhak menerima pupuk subsidi.

5.648 petani penggarap lahan tersebut menggarap 1.050 Hektare lahan persawahan yang pemupukannya mengandalkan dari pupuk subsidi.

Tahun 2023 lalu, petani yang tercatat berhak atau masuk dalam RDKK  tidak menebus pupuk subsidi jatah mereka tersebut dari kios-kios penyalur. 

Ini lantaran sepanjang 2023 lalu petani hanya melakukan satu kali musim tanam diawal tahun.

Ini lantaran dampak El Nino menyebabkan petani tidak atau menunda musim tanam sejak bulan Mei – Juni 2023 karena kekeringan. 

Saat itu air irigasi petani kering akibat kemarau yang terjadi di seluruh wilayah. 

Kategori :