DP2KBP3A Mukomuko Ajak Warga Manfaatkan Program MOW dan MOP Gratis
: Pemkab tengah memberikan KB Gratis kepada masyarakat--firmansyah/rb
KORANRB.ID – Kaum ibu di Kabupaten Mukomuko yang ingin menghentikan kehamilan secara permanen melalui program Keluarga Berencana (KB) Metode Operasi Wanita (MOW) kini tak perlu khawatir soal biaya.
Pemerintah Kabupaten Mukomuko melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) kembali membuka layanan KB MOW secara gratis.
Program ini dilanjutkan seperti tahun sebelumnya dan bekerja sama dengan Rumah Sakit Al Barra Mukomuko sebagai tempat pelaksanaan tindakan medis.
“Sama seperti tahun 2024 lalu, untuk pelayanan KB MOW ini kami menggandeng Rumah Sakit Al Barra Mukomuko. Jadi silakan bagi masyarakat yang ingin KB MOW, datang langsung ke rumah sakit tersebut,” kata Plt Kepala DP2KBP3A Kabupaten Mukomuko, Junaidi, SP.
BACA JUGA:Sistem TTE Bermasalah, Layanan Dokumen Kependudukan Mukomuko Lumpuh
BACA JUGA:Kecanduan Judi Online, Nekat Gelapkan 2 Sepeda Motor Tetangga
Junaidi menyampaikan, KB MOW atau tubektomi merupakan metode kontrasepsi permanen yang dilakukan dengan cara mengikat atau memotong saluran tuba falopi. Tindakan ini mencegah sperma bertemu dengan sel telur, sehingga kehamilan tidak akan terjadi. Meski dinilai efektif dan aman dalam jangka panjang, Junaidi menekankan bahwa metode ini bukan untuk semua orang dan harus benar-benar dipertimbangkan.
“KB MOW ini sifatnya permanen. Metode KB ini sangat efektif dan tidak menimbulkan efek samping jangka panjang. Namun jika ingin memiliki keturunan kembali, tidak bisa,” jelasnya.
Menurut Junaidi, berdasarkan data pertengahan Juli 2025, jumlah akseptor KB MOW di Kabupaten Mukomuko baru mencapai empat orang dari target sepuluh peserta untuk tahun ini. Para peserta tidak hanya mendapatkan layanan medis secara gratis, tetapi juga akan menerima bantuan uang jatah hidup (jadup) selama proses pemulihan.
“Setiap harinya, mereka mendapatkan uang jadup sebesar Rp 100 ribu selama tiga hari. Selain itu, pada saat operasi berlangsung, mereka dan keluarga yang menunggu di rumah sakit diberikan makan dan minum oleh dinas,” ujar Junaidi.
BACA JUGA:Kementerian PU Cek 10 Hektare Lahan Persiapan Sekolah Rakyat di Bengkulu Utara
Junaidi juga menambahkan, seluruh calon peserta KB MOW harus menjalani proses screening kesehatan yang ketat untuk memastikan mereka dalam kondisi fisik yang memungkinkan menjalani operasi. Pemeriksaan ini dilakukan guna mencegah risiko komplikasi setelah tindakan medis dilakukan.
Tak hanya berhenti di KB MOW, DP2KBP3A juga membuka layanan KB Metode Operasi Pria (MOP) atau vasektomi. Sama seperti MOW, metode ini juga bersifat permanen namun dilakukan pada laki-laki. Tahun ini, program MOP dibuka untuk sepuluh orang peserta. Pemeriksaan kesehatan menyeluruh juga wajib dilakukan sebelum tindakan vasektomi dilakukan.
“Selain sosialisasi, Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) yang ada diminta dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat soal layanan KB MOW maupun KB MOP ini,” pungkas Junaidi.