Pemkab Mukomuko Percepat Penurunan Stunting Lewat MBG dan Genting
PERIKSA: Pelayanaan kesehatan gratis yang rutin dilaksanakan Dinkes Mukomuko. FIRMANSYAH/RB--
KORANRB.ID - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mukomuko menyiapkan strategi lebih agresif menekan stunting mulai 2026 dengan menguatkan dua program kunci, Makan Bergizi Gratis (MB) dan Gerakan Orangtua Cegah Stunting (Genting), agar intervensi gizi tidak lagi terputus dan benar-benar menyentuh keluarga berisiko.
Komitmen percepatan penurunan stunting kembali ditegaskan Pemerintah Kabupaten Mukomuko.
Fokus diarahkan pada penguatan Makan Bergizi Gratis dan Gerakan Orangtua Cegah Stunting sebagai tulang punggung intervensi gizi terpadu.
Wakil Bupati Mukomuko, Rahmadi, menilai kedua program tersebut harus dijalankan lebih luas dan berkualitas.
BACA JUGA:Tutup Rangkaian BPK di Bengkulu Selatan, Bupati dan Wabup Bengkulu Selatan Sampaikan Ini
BACA JUGA:Kemenhaj Bangun Ekosistem Ekonomi Haji Libatkan UMKM Indonesia
Targetnya bukan sekadar menyalurkan bantuan, tetapi memastikan perubahan pola asuh dan pemenuhan gizi keluarga.
“Sinergi antara program nasional dan daerah kita harapkan mampu mempercepat pencegahan stunting sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan generasi masa depan Mukomuko,” ujarnya.
Rahmadi mengakui, Gerakan Orangtua Cegah Stunting sebenarnya telah berjalan.
Namun, evaluasi menunjukkan dampaknya belum maksimal karena keterlibatan masyarakat masih terbatas dan pemenuhan gizi keluarga berisiko belum merata.
BACA JUGA:Kebijakan WFA Dinilai Dorong Wisatawan Nusantara Saat Libur Nataru
BACA JUGA:Rasionalisasi TPP ASN Tetap Proporsional, Pemkot Tunggu Persetujuan Gubernur
“Kita ingin Genting benar-benar menjadi gerakan bersama, bukan hanya program pemerintah,” tegasnya.
Untuk memperkuat daya ungkit, Pemerintah Kabupaten Mukomuko membuka kolaborasi dengan Badan Amil Zakat Nasional serta pelaku usaha lokal.