Baca Koran Harian Rakyat Bengkulu - Pilihan Utama

Baru 5 Pasar di Mukomuko Kerja Sama Pengangkutan Sampah DLH

BERSERAK: Sampah yang sengaja dibuang masyarakat tidak pada tempatnya di Mukomuko. FIRMANSYAH/RB--

KORANRB.ID - Pengelolaan sampah pasar tradisional di Kabupaten Mukomuko belum berjalan optimal karena sebagian besar pengelola pasar belum menjalin kerja sama resmi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), kondisi yang berpotensi memperparah persoalan kebersihan dan kesehatan lingkungan.

Minimnya kerja sama pengangkutan sampah menjadi tantangan serius pengelolaan lingkungan di Kabupaten Mukomuko. 

Dari 17 pasar tradisional yang tersebar di berbagai kecamatan, baru lima pasar yang menjalin kerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Mukomuko.

Kepala DLH Kabupaten Mukomuko, Budiyanto, S.Hut, M.IKom, menyebut kondisi tersebut masih jauh dari ideal untuk mendukung pasar yang bersih dan sehat.

BACA JUGA:Inspektorat Perintahkan Camat Bunga Mas Panggil Pemdes Kuripan

BACA JUGA:Lelang Kendaraan Dinas Pemkab Mukomuko Ditunda, Jadwal Diulang 2026

“Dari 17 pasar tradisional yang ada di Mukomuko, sampai sekarang baru lima pasar yang menjalin kerja sama dengan kami,” kata Budiyanto.

Lima pasar yang telah bekerja sama yakni Pasar Pulai Payung Kecamatan Ipuh, Pasar KJS Kecamatan Penarik, Pasar Pondok Suguh Kecamatan Pondok Suguh, Pasar Lubuk Sanai III Kecamatan XIV Koto, serta Pasar Lubuk Pinang Kecamatan Lubuk Pinang.

Budiyanto mengakui, pihaknya belum mengetahui secara pasti alasan pengelola pasar lainnya belum bersedia bekerja sama. Padahal, imbauan resmi telah berulang kali disampaikan oleh Dinas Lingkungan Hidup.

“Sebelumnya kami sudah menyurati seluruh pengelola pasar tradisional agar bisa bekerja sama dengan DLH terkait pengangkutan sampah, namun responsnya masih sangat terbatas,” ujarnya.

BACA JUGA:Misi 100 Hari Kerja Bupati Usai, Dinas PUPR Bengkulu Selatan Rampungkan Program Strategis

BACA JUGA:Pemkab Mukomuko Percepat Penurunan Stunting Lewat MBG dan Genting

Menurut Budiyanto, kerja sama pengangkutan sampah justru memberikan manfaat langsung bagi pengelola pasar dan masyarakat. Sampah yang dihasilkan dari aktivitas jual beli dapat segera diangkut setelah hari pasaran.

Dengan sistem tersebut, sampah pasar akan dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir di Desa Selagan Jaya SP3. Lingkungan pasar pun terhindar dari bau tidak sedap dan potensi gangguan kesehatan.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan