Baca Koran Harian Rakyat Bengkulu - Pilihan Utama

Kajian Risiko Bencana Terus Disempurnakan

RAPAT: Pembahasan terkait penanganan dan pencegahan bencana yang pernah dilakukan BPBD.-- Firmansyah/RB

MUKOMUKO, KORANRB.ID – Hingga saat ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mukomuko masih terus memperbaharui dokumen kajian risiko bencana. 

Dimana didalam dokumen tersebut menggambarkan potensi bencana, risiko yang akan dihadapi, serta rencana tanggap darurat ketika terjadi bencana. 

Hal ini disampaikan Kepala pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mukomuko Ruri Irwandi ST, MT. 

Penyusunan dokumen kajian risiko bencana dan rencana penanggulangan, untuk meminimalir kerugian materi serta korban jiwa sebenarnya sudah dimulai dari Desember tahun 2025 lalu, maka dari itu tahun ini akan kembali diupdate.

BACA JUGA:2 Rumah Terbakar di Kota Bengkulu, Diduga Akibat Korsleting Listrik

"Dokumen kajian risiko bencana ini wajib dimiliki dan diperbaharui oleh setiap daerah.

Sehingga nantinya daerah akan mampu menganalisis dampak bencana yang timbul dan memperkirakan jumlah kerugian," katanya.

Diakui Ruri, selama ini Kabupaten Mukomuko belum memiliki dokumen kajian risiko bencana yang lengkap, sehingga masih banyak bencana yang terjadi lamban untuk diketahui. 

Selain itu juga tidak dapat dipungkiri ketika terjadi bencana, terkadang masih banyak kekurangan pada saat penanggulangan. 

BACA JUGA:Angin Kencang, Pohon Tumbang Lukai Warga di Kota Bengkulu

Maka dari itu kajian risiko bencana nantinya diharapkan akan mampu mempermudah OPD teknis dalam menjalankan tugasnya.

"Fungsi dokumen kajian risiko bencana tersebut salah satunya merangkum dan menyusun program-program mitigasi dan antisipasi potensi dan kejadian yang disebabkan bencana.

Dokumen tersebut tidak hanya diperlukan oleh BPBD, namun beberapa OPD teknis lainnya," terangnya.

Ruri menambahkan dokumen kajian bencana yang disusun lebih detail, mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan, desa, hingga dusun.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan