Adapun primbon asal katanya dari ‘rimbu’ yang berarti simpanan dari bermacam-macam catatan oleh orang jawa pada zaman dahulu.
BACA JUGA:Kisah Abu Thalhah, Sahabat Nabi yang Jasadnya Utuh Seperti Orang Tertidur
Baru setelah itu, diturunkan atau disebarluaskan kepada generasi berikutnya.
Selain itu, Ada juga yang berpendapat nama primbon berasal dari kata ‘mbon’ atau ‘mpon’ dalam bahasa Jawa berarti induk yang ditambah awalan ‘pri’ untuk meluaskan kata dasarnya.
BACA JUGA:Kisah Ular Falak, Keluar di Akhir Zaman Konon Bisa Menelan Bumi
Adapun catatan-catatan yang memuat pengetahuan penting tersebut, lalu di kumpulkan menjadi sebuah buku primbon yang menjadi sumber rujukan orang-orang dari Suku Jawa sejak zaman dahulu.
Dimana primbon digunakan sebagai pedoman atau arahan dalam rangka mencapai keselamatan dan kesejahteraan lahir-batin.
Walaupun lebih menggejala di kalangan masyarakat Jawa, Bali serta Lombok.
BACA JUGA:Kisah Umar bin Khattab, Raja Tanpa Istana, Kamu Sudah Tahu?
Namun kenyataannya primbon juga bisa ditemukan di kebudayaan suku bangsa Nusantara lain.
Misalnya saja di Pulau Kalimantan, Alfani Daud pernah menemukan adanya tradisi perhitungan waktu primbon di kalangan masyarakat penganut agama Islam di Banjar.
BACA JUGA:Kisah Nabi Yusuf Dibeli Pejabat Tinggi Mesir Hingga Diangkat Menjadi Anak
Dimana isi primbon jawa sebagian besar berisi bahasan mengenai perhitungan, perkiraan, peramalan nasib, meramal watak manusia dan masih banyak hal yang lainnya.
Adapun perhitungan serta ramalan yang beragama tersebut, menggunakan penanggalan atau kalender sebagai dasarnya yang terdiri dari gabungan sedemikian rupa dari hari dan weton.
BACA JUGA:Kisah Nabi Ya’qub AS Menikahi Dua Saudara Sekandung
Sejak zaman dahulu, adanya perhitungan waktu dengan menggunakan kalender Jawa sudah digunakan untuk berbagai keperluan.