Jangan Pernah Meremehkan Orang, ‘Hidup Ibarat Roda yang Berputar', Nasib Manusia Tidak Ada yang Tahu

Senin 03 Jun 2024 - 06:22 WIB
Reporter : Muharista Delda
Editor : Fazlul Rahman

Bahwa roda akan berputar, hikmahnya dapat memberikan kekuatan dan motivasi untuk bertahan menghadapi tantangan.

Filosofi ini mendorong seseorang untuk menghargai dan menikmati momen-momen bahagia ketika berada di atas.

Memahami bahwa segala sesuatu bersifat sementara membantu seseorang untuk lebih bersyukur dan hidup dengan lebih penuh kesadaran. 

BACA JUGA:Kenali 5 Ciri Daging Sapi Segar, Salah Pilih Malah Bisa Keracunan

3. Aspek Negatif dari Filosopi Ini

Hidup dengan pemahaman bahwa segalanya selalu berubah bisa menyebabkan ketidakstabilan emosional bagi sebagian orang.

Beberapa orang mungkin merasa cemas tentang perubahan yang tak terhindarkan, terutama jika mereka merasa nyaman di posisi mereka saat ini.

Keyakinan bahwa roda kehidupan akan terus berputar bisa membuat beberapa orang menjadi pasif dan tidak berusaha untuk mengubah keadaan mereka.

Merasa bahwa segala sesuatu di luar kendali mereka bisa menyebabkan rasa putus asa atau apatis. 

4. Filosopi dalam Berbagai Budaya dan Agama 

Dalam tradisi Hindu dan Buddha, konsep roda kehidupan juga terkait dengan samsara, yaitu siklus kelahiran, kematian dan reinkarnasi. 

BACA JUGA:Mau Cari Hewan Kurban Harga Murah, Ini Pilihan Lokasinya di Bengkulu Utara

Penderitaan dan kebahagiaan adalah bagian dari siklus ini.

Tindakan seseorang dalam kehidupan ini juga ada karma, yakni mempengaruhi posisi mereka dalam roda kehidupan di masa depan.

Dalam filsafat Barat, ada konsep "Roda Fortuna" atau "Wheel of Fortune" yang menggambarkan nasib dan keberuntungan yang terus berubah. 

Roda ini dikendalikan oleh Fortuna, dewi keberuntungan.

Kategori :