Baca Koran Harian Rakyat Bengkulu - Pilihan Utama

KUA PPAS Perubahan 2025 Konsen ke Program 100 Hari Kerja

Wabup Kepahiang Abdul Hafizh--HERU/RB

KEPAHIANG, KORANRB.ID - Pada KUA-PPAS Perubahan APBD 2025 yang akan diparipurnakan hari ini, Senin 23 Juni 2025 dengan agenda  penandatanganan nota kesepakatan, Pemkab Kepahiang masih akan fokus pada penuntasan program 100 hari kerja Bupati Kepahiang H. Zurdi Nata, SIP dan Wakil Bupati IR. Abdul Hafizh, M.Sc. 

Wabup Abdul Hafizh menyampaikan, di tengah kondisi efisiensi anggaran Pemkab akan terus memperjuangkan program kerja yang telah menjadi prioritas sebelumnya.

"Apalagi defisit kitakan nyaris Rp2,5 miliar, pastinya yang akan kita teruskan dalam APBD P 2025 nanti program yang telah masuk dalam 100 hari kerja sebelumnya," kata Wabup. 

Setelah dilantik 10 Februari 2025 lalu, program 100 hari kerja yang menjadi fokus perhatian Pemkab Kepahiang diantaranya revitalisasi Terminal, Pasar dan Taman Santoso.

BACA JUGA:Lampu Jalan Menyala Baru Sebatas Pusat Kota

Lalu, mengaktifkan kembali lampu penerangan jalan umum hingga melaksanakan kontes kopi untuk pengembangan pertanian kopi di Kabupaten Kepahiang. 

Pembahasan KUA-PPAS ini merupakan tahapan krusial dalam rangka penyusunan APBDP 2025, sebagai instrumen utama untuk mewujudkan pembangunan daerah yang berkelanjutan dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Sebagaimana nota pengantar yang telah disampaikan eksekutif sebelumnya diketahui terdapat pemotongan anggaran transfer ke daerah.

Yakni, pada Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik sub-bidang Jalan dan Dana Alokasi Umum (DAU) earmark untuk bidang Pekerjaan Umum, dengan total pengurangan sebesar Rp70.842.316.000.

BACA JUGA: 20 Persen PNS Bapenda Provinsi Bengkulu Tak Lulus Uji Kompetensi, Siap-siap Dimutasi

Adapun proyeksi perubahan APBD 2025 adalah, Pendapatan daerah mengalami penurunan sebesar Rp70.523.116.000, dari sebelumnya Rp886.781.869.783 menjadi Rp816.258.753.783.

Belanja daerah juga dikurangi sebesar Rp78.290.636.436,85, dari sebelumnya Rp913.421.980.783 menjadi Rp835.131.344.346.

Sementara itu, penerimaan pembiayaan setelah perubahan tercatat sebesar Rp18.577.436.963,15, dan pengeluaran pembiayaan sebesar Rp2.000.000.000, sehingga pembiayaan netto menjadi Rp16.577.436.963,15.

Dengan kondisi tersebut, rancangan KUA-PPAS Perubahan APBD 2025 masih menyisakan defisit anggaran sebesar Rp2.295.153.600. 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan