Begitu pula dengan permasalahan pembangunan secara besar yang saat ini masih dipersiapkan.
Selain itu pelaksanaannya juga terhambat karena adanya pelaksanaan pemilu.
"Itu yang saya rasa itu permasalahannya. Jadi, sabar aja dulu.
Meski begitu, kengan kendala-kendala tersebut tidak akan mempengaruhi kegiatan-kegiatan lainnya," katanya.
BACA JUGA:Ini Penyebab Melonjaknya Harga Cabai di Bengkulu
Meskipun demikian, Tantawi Dali menegaskan bahwa pihaknya akan tetap menjalankan fungsi DPRD dan melaksanakan kegiatan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Namun, dia mengakui bahwa beberapa kegiatan mungkin akan mengalami penundaan, terutama pada kuartal pertama tahun ini.
"Setelah pelaksanaan pemilu, kemungkinan terlambatnya realisasi anggaran akan menjadi isu yang perlu diperhatikan," tambahnya.
BACA JUGA:Harga Beras Kian Melambung, Masyarakat Mengeluh
Salah satu penyebab tertundanya realisasi anggaran APBD 2024, menurut Tantawi Dali, adalah adanya penyesuaian terhadap kenaikan gaji Pegawai Negeri Sipil (PNS).
Dia menekankan pentingnya menunggu regulasi resmi dari pemerintah pusat terkait kenaikan gaji tersebut sebelum dapat mengakomodir nya dalam APBD.
"DPRD juga memperhatikan pengumuman kenaikan gaji pensiunan serta PNS dan TNI-POLRI yang harus diakomodir sesuai dengan anggaran yang tersedia," ungkap Tantawi Dali.
BACA JUGA:Jelang SSC Napoli versus FC Barcelona, Terungkap Identitas Pelatih Calzona yang Mengejutkan
Tantawi Dali mengakhiri pernyataannya dengan mengingatkan bahwa proses perencanaan dan penyusunan program DPA masih berlangsung.
"Kami akan terus memantau perkembangan regulasi yang ada untuk memastikan kelancaran realisasi APBD 2024 di Provinsi Bengkulu," demikian Tantawi.
Sebelumnya, Kepala Biro Administrasi Pembangunan Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Bengkulu, Ir. Abdul Hafizh, M.Si, Percepatan realisasi kegiatan tersebut sebenarnya telah ditekankan sejak akhir tahun 2023 lalu.