Bank Indonesia Proyeksikan Rupiah Menguat di Kuartal III

DOLAR: Petugas menghitung mata uang dolar AS alias USD di salah satu gerai penukaran uang asing di Jakarta. Bank Indonesia terus mengarahkan kebijakannya untuk menjaga stabilitas rupiah.-foto: jpg/koranrb.id-

KORANRB.ID – Indeks nilai tukar USD terhadap mata uang utama (DXY) menguat tajam.

Mencapai level tertinggi 106,25 pada 16 April 2024.

Perkembangan tersebut memberikan tekanan depresiasi kepada hampir seluruh mata uang dunia, termasuk nilai tukar rupiah.

Bank Indonesia terus mengarahkan kebijakannya untuk menjaga stabilitas rupiah.

Skenario atau asumsi baseline bank sentral dengan probabilitas di atas 75 persen memperkirakan Fed funds rate (FFR) akan turun sekali tahun ini.

BACA JUGA:Revisi UU Pemilu Digarap Lebih Awal, Bahas Pengaturan Cuti Kampanye Pejabat Merangkap Peserta Pemilu

Memangkas sebesar 25 basis poin (bps) pada kuartal IV kemungkinan di akhir tahun.

Nah, potensial risiko lainnya, FFR tidak turun selama 2024.

The Federal Reserve (The Fed) baru akan memangkas suku bunga sebanyak 50 bps di kuartal I atau II 2025.

“Tell risk-nya, Fed funds rate akan tetap tinggi lebih lama di 2024, baru turun di 2025. Itulah mengenai probabilitas yang kami lakukan untuk bagaimana nanti memitigasi potential risk akan kembali ke baseline,” ucap Gubernur BI, Perry Warjiyo di Jakarta, Kamis 25 April 2024.

Perry meyakini rupiah akan tetap stabil di sekitar Rp 16.200 pada kuartal II 2024.

BACA JUGA:Bidik Lahan Pelindo Jadi Pangkalan Badan Keamanan Laut Republik Indonesia

Yang kemudian akan menguat ke arah rata-rata Rp 16 ribu di kuartal III 2024.

Bahkan akan menguat berkisar Rp 15.800 pada kuartal IV.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan